Wisuda Unsoed Periode Maret 2018

Written by admin. Posted in Berita

Selasa 13 Maret 2018 bertempat di Graha Widyatama menjadi saksi pengukuhan para wisudawan Unsoed periode Maret 2018 yang telah dinyatakan tuntas dalam menempuh pendidikan. Gelar baru yakni sarjana telah layak disematkan bagi para wisudawan di belakang nama mereka. Pada hari yang bersejarah bagi para wisudawan ini adalah bentuk pengukuhan dan apresiasi kepada para wisudawan yang tidak hanya belajar, tetapi juga mengajarkan banyak hal kepada generasi penerusnya. “Yang perlu di ingat momen wisuda bukanlah sebatas seremoni saja, melainkan lebih dari itu wisuda merupakan langkah awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya”. Tak dapat dipungkiri pada saat ini bercermin dari fakta yang ada di lapangan di Indonesia tantangan yang harus dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat khususnya usia produktif, jika dilihat dari sisi usia dan latar belakang pendidikan, maka seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan. Sayangnya, sungguh ironis pengangguran terbuka di Indonesia, sebagian diantaranya adalah para sarjana, maka dari itu diharapkan para wisudawan dapat sebaik mungkin mengaplikasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan akademik dalam kehidupan dunia kerja yang nyata, tak kalah penting adalah adanya sikap kewirausahaan yang ada dari para wisudawan untuk menciptakan usaha-usaha baru agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja yang ada” pesan dari panitia wisuda. “Jurusan Teknik Informatika pada wisuda periode Maret 2018 meluluskan sebanyak 21 wisudawan, predikat dengan pujian diraih 3 wisudawan, sangat memuaskan 16 wisudawan dan 2 wisudawan memegang predikat memuaskan”, hal ini bisa menjadi cerminan bahwa lulusan Jurusan Teknik Informatika Unsoed mempunyai tingkay intelektualitas yang cukup mempuni dalam bidang teknologi informasi, semoga hal tersebut bisa menjadi modal berharga bagi para wisudawan untuk bersaing dalam dunia kerja nantinya terang Bangun Wijayanto, S.T.,M.Cs selaku Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Informatika Unsoed.

Berdasarkan filosofi wisuda, toga berwarna hitam mengandung makna simbolis bahwasanya misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan. Tidak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapatkan oleh mereka. Selain itu warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya. Topi toga juga berwarna hitam dan persegi, dimana sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang. Dan juga apa arti dari seremoni kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan? seremoni memindahkan kuncir tali toga yg semula berada di kiri menjadi ke kanan ternyata berarti yaitu waktu masa kuliah lebih banyak otak kiri yg digunakan semasa kuliah, diharapkan sesudah lulus, sarjana tak sebatas memakai otak kiri (hardskills) semata, tetapi pula dapat menggunakan otak kanan yang berhubungan dgn aspek kreativitas, imajinasi, serta inovasi, dan aspek softskills lainnya, terang Nofiyati, S.Kom.,M.Kom selaku dosen Teknik Informatika dan juga ikut menyaksikan prosesi wisuda bulan Maret 2018 ini.

Trackback from your site.