Purbalingga, April 2026 — Jurusan Informatika, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui kuliah umum bertema “Scalable and Integrated Apps: Strategi dan Teknik Implementasi di Era AI”. Acara ini diselenggarakan pada 28 April 2026 di Aula Gedung F Fakultas Teknik UNSOED, dengan menghadirkan Syakur Rahman, Engineering Manager dari PT Harmonix Teknologi peentar, sebagai pembicara utama.
Kuliah umum ini menyoroti bagaimana sebuah aplikasi yang tampak sederhana pada tahap pengembangan seringkali menghadapi kompleksitas signifikan ketika diimplementasikan dalam lingkungan nyata. Tidak hanya soal kemampuan coding, tetapi juga bagaimana sistem mampu menangani pertumbuhan pengguna, data yang tidak terstruktur, integrasi dengan berbagai layanan, serta perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.
Pada pemaparannya, ditekankan bahwa scalability bukan sekadar kemampuan sistem untuk melayani lebih banyak pengguna, melainkan kemampuan dalam mengelola kompleksitas yang terus berkembang. Hal ini mencakup pengelolaan arsitektur, pembagian tanggung jawab sistem, serta koordinasi antar tim pengembang yang semakin besar.
Selain itu, pentingnya pemilihan arsitektur yang tepat juga menjadi sorotan. Pendekatan seperti monolith, modular monolith, hingga microservices tidak dapat dipandang sebagai pilihan absolut, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan organisasi. Prinsip utama yang ditekankan adalah membangun batasan sistem (boundaries) yang jelas serta kepemilikan (ownership) yang terdefinisi dengan baik.
Aspek integrasi sistem juga menjadi bagian krusial, mengingat aplikasi modern tidak dapat berdiri sendiri. Interaksi dengan berbagai layanan eksternal membawa konsekuensi berupa potensi kegagalan yang harus diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, strategi seperti pengelolaan error, mekanisme retry, serta desain sistem yang toleran terhadap kegagalan menjadi kebutuhan mendasar dalam pengembangan aplikasi terintegrasi.
Di sisi lain, era kecerdasan buatan (AI) turut mengubah paradigma pengembangan aplikasi. AI tidak hanya berperan sebagai fitur tambahan, tetapi juga memengaruhi cara sistem dirancang dan dioperasikan. Namun demikian, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru, seperti ketidakpastian output, risiko keamanan data, serta kebutuhan akan mekanisme validasi dan guardrails agar sistem tetap dapat diandalkan.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai bagaimana sistem aplikasi berkembang dari skala kecil hingga menjadi sistem kompleks yang siap digunakan oleh banyak pengguna. Pemahaman ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia industri, khususnya dalam membangun aplikasi yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga tangguh, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.




