Halalbihalal Fakultas Teknik 2017

Written by admin. Posted in Berita

Kegiatan Silaturahmi halalbihalal merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) setiap satu tahun sekali setelah pelaksanaan Idul Fitri dengan konsep yang berbeda-beda, Kegiatan acara Silaturahmi Fakultas Teknik 2017 diselenggarakan di Aula gedung A Fakultas Teknik pada Senin 3 Juli 2017, acara tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Nastain, ST.,MT. dalam sambutannya beliau menitikberatkan akan pentingnya sikap disiplin dan jujur dalam segala aktifitas khususnya dalam bekerja pada instansi Fakultas Teknik Unsoed, yang tak kalah pentingnya bagi Dosen, Karyawan serta staff pendukung lainnya dapat terus meningkatkan etos kerjanya sebagaimana telah di gembleng selama 1 bulan penuh pada bulan Ramadhan kemarin sehingga diharapkan semua dapat terus memberikan yang terbaik guna memajukan instansi yang telah menaungi kita ini, di akhir sambutannya Nastain, ST.,MT. megharap semuanya dapat kembali kepada fitrahnya yaitu pada dasarnya semua manusia itu baik pesannya sebelum menutup sambutan. Tujuan penyelenggaraan acara silaturahmi adalah untuk meningkatkan kebersamaan diantara dosen, karyawan khusunya yang berada di lingkungan Fakultas Teknik beserta lingkungan sekitar Fakultas Teknik. Tak lupa proses saling berjabat tangan antara seluruh tamu undangan dengan dosen, karyawan menutup seluruh rangkaian acara yang dikemas secara sederhana ini.

Pelaksanaan Sosialisasi KP dan TA

Written by admin. Posted in Berita

Kerja Praktik (KP) dan Tugas Akhir (TA) merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa Program Studi Teknik Informatika sebelum mengajukan Tugas Akhir. Kegiatan ini dapat dilakukan di perusahaan yang bergerak di bidang Informasi Teknologi  (IT), maupun di perkantoran yang memiliki atau membutuhkan IT support. Namun ada kalanya setiap mahasiswa yang akan melaksanakan KP merasa bingung saat melakukan persiapan sebelum keberangkatannya untuk KP. Menilik hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIF) menyelenggarakan acara Sosialisasi Kerja Praktik (KP) dengan mengundang dosen selaku Komisi Kerja Praktik dan mahasiswa sebagai peserta Jumat (26/5/17). Acara ini dilakukan secara internal dan khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2014.

Sosialisasi yang berjalan sekitar dua jam tersebut, diisi oleh Komisi Kerja Praktek dan Tugas Akhir, yaitu Nofiyanti, S.Kom.,M.Kom dan Swahesti, S.Kom.,MT. Acara tersebut diawali dengan pemaparan materi dari Nofiyati tentang mekanisme kerja praktik serta pelaporan dari mahasiswa setelah pelaksanaan kegiatan kerja praktek. Hal inti pada pembahasan sesi ini adalah langkah-langkah mengajukan kerja praktik, persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa, ketentuan-ketentuan khusus dalam kerja praktik, dan informasi lainnya. Nofiyati berpesan kepada mahasiswa agar tetap bisa menjaga nama baik diri maupun kampus, jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kedua belah pihak.

Sesi selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang mana pertanyaannya berasal dari para peserta. Setelah kurang lebih satu jam, acara dilanjutkan oleh Swahesti yaitu pemaparan materi seputar tugas akhir. Dalam sesi ini dipaparkan bagaimana prosedur maupun tips dan trik bagi para mahasiswa yang akan mengerjakan Tugas Akhir. Secara keseluruhan acara, antusiasme dari para mahasiswa Teknik Informatika dalam mengikuti Sosialisasi Kerja Praktek dan Tugas Akhir, patut diberi apresiasi. Terlebih aktifnya para peserta saat acara sosialisasi berlangsung. Semoga dengan adanya acara seperti ini, dapat membantu semua mahasiswa Teknik Informatika dalam menyelesaikan studinya. Dan untuk kedepannya, diharapkan adanya inovasi dan pembaharuan pada acara yang serupa.

Yang Hilang Dari Negeriku

Written by admin. Posted in Berita

Pemandangan yang lazim disaksikan tempo dulu. Dikala anak-anak murid mau memasuki sekolah tempat menimba ilmu. Mereka melewati pintu depan yg sudah ditunggu oleh tuan guru. Semua berjalan menunduk sebagai bentuk hormat dan “ngajeni” kepada yang lebih tua.

Berjalan membungkuk bukan hanya sekedar tata cara penghormatan. Tapi juga sebuah simbol mau merendahkan diri kepada manusia lain yang dinilai lebih berat “isinya”. Bisa ilmunya, bisa usianya, atau bisa karena maqom (kedudukan) nya.

Namun sekarang itu nampaknya sudah mulai hilang dan mungkin hanya tinggal cerita yg bisa dikenang. Sekarang, pendekatan guru sebagai teman terkadang malah kebablasan. Tak ada lagi sikap sungkan. Tak ada lagi ewuh pekewuh kepada sang guru. Karena dianggap teman dan sekedar fasilitator pendidikan.

Ditempeleng, lapor komnas HAM. Kalau murid gagal, guru disalahkan. Saya masih ingat, bagaimana dulu, saya dan kawan-kawan sebaya berlomba menjemput guru kami saat memasuki pagar. Ada yg berebut membawakan sepedanya dan membawakan tasnya. Yang tak kebagian. Tetap bisa berebut untuk urusan salim mencium tangan.

Diperintah guru mengambil kapur adalah sebuah kebanggaan prestisius. Mengunjunginya saat sakit adalah aturan tak tertulis yg membuat para murid bergegas dan berinisiatif patungan lalu membuat rencana untuk mewujudkan.

Gambar tersebut berbicara lebih dari sekedar tata krama. Tapi juga sebuah kesiapan menerima. Dan ikrar tanpa kata. “Bahwa kami ingin diajari menjadi manusia”. Semoga kita kembali menjadi bangsa yang tahu tata krama pada yang tua, dan mengerti bahwa menjaga adab dan sopan santun bukanlah bagian dari keprimitifan.

Ditulis oleh: Andre Raditya