Wisuda Mahasiswa Periode Ke-125 Unsoed

Written by admin. Posted in Berita

Senin 22 Mei 2017 bertempat di Graha Widyatama menjadi saksi pengukuhan para wisudawan ke 125 yang telah dinyatakan tuntas dalam menempuh pendidikan di Unsoed. Gelar baru yakni sarjana telah layak disematkan bagi para wisudawan/wisudawati di belakang nama mereka. Pada hari yang bersejarah bagi para wisudawan ini adalah bentuk pengukuhan dan apresiasi kepada para wisudawan yang tidak hanya belajar, tetapi juga mengajarkan banyak hal kepada generasi penerusnya. “Yang perlu di ingat momen wisuda bukanlah sebatas huforia saja, melainkan lebih dari itu wisuda merupakan langkah awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya”. Tak dapat dipungkiri pada saat ini bercermin dari fakta di lapangan untuk di Indonesia tantangan yang harus juga dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat khususnya usia produktif, jika dilihat dari sisi usia dan latar belakang pendidikan, maka seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan. Sayangnya, sungguh ironis pengangguran terbuka di Indonesia, sebagian diantaranya adalah para sarjana, maka dari itu diharapkan para wisudawan dapat sebaik mungkin mengaplikasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan akademik dalam kehidupan dunia kerja yang nyata, tak kalah penting adalah adanya sikap kewirausahaan yang ada dari para wisudawan untuk menciptakan usaha-usaha baru agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja yang ada” pesan dari panitia wisuda. Jurusan Teknik Informatika pada wisuda periode Mei 2017 meluluskan sebanyak 22 wisudawan.

Berdasarkan filosofi wisuda, toga berwarna hitam mengandung makna simbolis bahwasanya misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan. Tidak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapatkan oleh mereka. Selain itu warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya. Topi toga juga berwarna hitam dan persegi, dimana sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang. Dan juga apa arti dari seremoni kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan? seremoni memindahkan kuncir tali toga yg semula berada di kiri menjadi ke kanan ternyata berarti yaitu waktu masa kuliah lebih banyak otak kiri yg digunakan semasa kuliah, diharapkan sesudah lulus, sarjana tak sebatas memakai otak kiri (hardskills) semata, tetapi pula dapat menggunakan otak kanan yang berhubungan dgn aspek kreativitas, imajinasi, serta inovasi, dan aspek softskills lainnya, terang Ipung Permadi, S.Si.,M.Cs selaku Sekretaris Jurusan Teknik Informatika Unsoed.

Trackback from your site.