Sosialisasi Penyusunan Akreditasi Berbasis SAPTO

Written by admin. Posted in Berita

                     Kusja, S.IP menjelaskan Metode Akreditasi SAPTO

Perkembangan dunia pendidikan sudah semakin maju dan kompleks, tak hanya metode belajar mengajar akan tetapi sampai dengan proses akreditasinya, saat ini BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) sudah mengeluarkan sistem akreditasi baru menggunakan metode SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). Menindaklanjuti adanya perubahan proses askreditasi ini maka pada hari Jumat (28/09) bertempat di ruang rapat Gedung A Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Informatika Unsoed menyelenggarakan sosialisasi mekanisme pengajuan akreditasi melalui SAPTO, dengan mengundang narasumber Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman yaitu Kusja, S.IP. Dalam paparannya Kusja menjelaskan bahwa Sistem yang baru diberlakukan sejak tanggal 10 April 2017, mempunyai banyak keunggulan diantaranya Pendaftaran dan pengiriman berkas dilakukan secara online, Proses Asesmen Kecukupan dan Asesmen Lapangan juga didukung oleh teknologi digital, Interaksi antara BAN-PT, PT pengusul, dan Asesor juga difasilitasi oleh SAPTO. “Untuk itu bisa dilihat perbedaan antara instrumen lama sebelum SAPTO dengan yang  baru. Jika instrumen yang lama lebih menekankan pada input seperti : jumlah dosen, jumlah mahasiswa, jumlah ruang, tapi instrumen baru lebih menekankan pada output dan outcome, jadi tentu saja yang disiapkan berbeda dari yang sebelumnya” terang Kusja.

Dalam kesempatan kali ini Drs. Eddy Maryanto, M.Cs selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika juga menghimbau kepada para dosen untuk berperan aktif sekaligus bekerja keras dalam penyusunan akreditasi kedepan mengingat Jurusan Teknik Informatika tidak lama lagi akan menghadapi akreditasi lagi, hasil akreditasi “A” merupakan target kedepan yang harus dicapai, yang tak kalah penting mempersiapkan sebaik–baiknya menjaga mutu dan daya saing apalagi di jaman sekarang ditengah persaingan Perguruan Tinggi Asing yang sangat banyak, Perguruan Tinggi dituntut menjaga daya saing dan eksistensinya menelorkan akademisi unggulan berdaya saing tinggi dan humanis ungkap Eddy.

Trackback from your site.