Outbond Jurusan Teknik 2017

Written by admin. Posted in Berita

Kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh manusia dalam melakukan pekerjaan terdiri dari hard skill dan soft skill  hal tersebut menjadi modal utama dalam pencapaian prestasi kerja yang maksimal. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan 2 hal itu adalah dengan melakukan outbond, kegiatan outbond di Fakultas Teknik Unsoed merupakan komitemen institusi untuk peningkatkan kualitas diri (soft skill) bagi para pengajar maupun tenaga kependidikan. Selain itu  kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan seluruh komponen yang ada di Fakultas Teknik. Hal ini dipercaya akan meningkatkan kualitas layanan serta peningkatkan prestasi institusi pada umumnya. Kegiatan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unsoed Nastain, S.T.,M.T, bertempat di Bandung Jawa Barat pada 13-15 Agustus 2017.

Outbond diisi dengan berbagai permainan. Melalui berbagai permainan dan tantangan yang diberikan pemandu kepada peserta  diharapkan dapat meningkatkan kekompakan tim serta rasa agar cepat beradaptasi terhadap sesuatu yang baru, meningkatkan rasa kebersamaan, kerjasama, keberanian dan kecepatan mengambil sikap untuk menentukan keputusan. Untuk meningkatkan daya adaptasi terhadap sesuatu yang baru maka sangat tepat jika pelaksanaan di luar ruangan dan jauh dari tempat kebiasaan bekerja untuk penempaan kualitas soft skill. Dengan membiasakan diri pada tempat yang baru diharapkan para peserta ini akan cepat beradaptasi terhadap perubahan kondisi eksternal maupun internal yang terus berubah.

Panitia outbond menghadirkan banyak game yang bersifat konsentrasi dengan tujuan mendukung tumbuhnya soft skill peserta. Secara tidak langsung untuk mengikuti permainan peserta dituntut konsentrasi tinggi. Selain menumbuhkan konsentrasi tinggi permainan dibuat secara berkelompok. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, percaya diri serta kerjasama antar personal di tempat kerja. Kita sadar bahwa untuk mencapai prestasi yang tinggi diperlukan komunikasi, dan kerjasama antar lini, selain itu kesamaan persepsi dan tujuan menjadi poin penting dalam pencapaian sebuah tujuan, pesan panitia di akhir-akhir permainan. Lebih lanjut panitia menjelaskan bahwa Fakultas Teknik dibangun dari berbagai karakter dan bagian. Masing-masing mempunyai peran dan fungsi sendiri, namun demikian semua unit harus mempunyai kesamaan visi yaitu untuk memberikan kualitas dan layanan terbaik untuk mencapai prestasi kerja tertinggi.

Yudisium Jurusan Teknik Periode Bulan Agustus 2017

Written by admin. Posted in Berita

Kata Yudisium sangat sering di dengar terutama pada kalangan mahasiswa di perguruan tinggi, kata yudisium sudah tak asing lagi bagi mereka, namun untuk masyarakat umum, masih banyak yang belum tahu pasti apa sebenarnya Arti YudisiumYudisium adalah suatu keputusan untuk seorang mahasiswa, dimana ia dinyatakan telah memenuhi berbagai macam persayratan akademik dan administratif yang diwajibkan sehingga secara sah dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar kesarjanaan strata-1. Periode bulan Agustus 2017 sebanyak 63 orang mahasiswa dari 5 jurusan yang ada, sementara untuk Jurusan Teknik Informatika yang berhak mengikuti proses yudisium tersebut sebanyak 18 mahasiswa.

Prosesi Yudisium yang dilaksanakan secara sederhana dan hikmat pada hari rabu tanggal 16 Agustus 2017 ini bertempat di Aula Gedung Dekanat lantai 2 diawali pembukaan dan sambutan oleh  Dekan Nastain, ST.,MT didalam sambutannya beliau berpesan supaya mahasiswa dapat terus mengembangkan kemampuan baik dalam bidang akademik maupun implementasinya dalam pekerjaan dan tak lupa selalu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga serta almamater, selamat bagi mahasiswa yang bisa mengikuti yudisium di bulan Agustus 2017 ini. Ditempat terpisah Nurchasanah, S.Kom.,M.Kom yang juga selaku salah satu dosen Jurusan Teknik Informatika mengatakan “mahasiswa Jurusan Teknik Informatika yang mengikuti yudisium di bulan Agustus 2017 mempunyai IPK sekala 3 dan hal itu menjadi modal dasar bagi para calon wisudawan untuk dapat melamar bekerja ataupun menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk berkompetisi di dunia kerja yang sebenarnya”. 

Pendekar Ngapak Siap Jaga Kedaulatan Siber Indonesia

Written by admin. Posted in Berita

Indonesia ternyata menjadi peta terpenting dalam dunia siber saat ini. Alasannya simpel, jumlah pengguna internet di Indonesia tergolong yang terbesar di dunia. Akibatnya, dunia siber Indonesia rentan mendapat serangan.

Data di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bahwa serangan yang memberikan dampak hingga 10 juta lebih identitas terus meningkat. Di tahun 2015, serangan berdampak 11 juta, tahun 2015 serangan naik menjadi 13 juta identitas, dan pada 2016 naik lagi menjadi 15 juta identitas.

Dalam analisa Indoguardika Cipta Kreasi (ICK), sebuah perusahaan pengamanan siber, saat ini Indonesia sudah tergolong dalam daftar negara darurat siber. Presiden Direktur ICK, Agung Setia Bhakti menyebutkan bahwa indikasi kedaruratan adalah meningkatnya serangan siber.

“Serangan siber terhadap sistem teknologi informasi terus bertambah,” ucap Agung Setia Bakti melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada Liputan6.com, Kamis, 27 Juli 2017.

Agung menyebutkan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral mendorong anak-anak muda untuk menjadi pengaman kedaulatan siber Indonesia. Hal itu disampaikan usai menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Unsoed Purwokerto, di Pabrik Mesin Sandi ICK, BSD Taman Tekno, Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Agung, langkah utama menghadapi serangan siber adalah memperkuat pertahanan di dunia maya dan membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya serangan siber. Salah satu caranya dengan mengimplementasikan teknologi enkripsi dalam semua sistem informasi dan komunikasi.

“Tak kalah penting, membangun sumber daya manusia yang berkompeten di bidang enkripsi,” kata Agung.

Agung berharap kunjungan dari Universitas Jendral Soedirman itu akan melahirkan pendekar-pendekar Ngapak yang siap menjaga kedaulatan siber Indonesia. Dari tanah Ngapak itu diyakini akan tumbuh ahli kriptografi yang memiliki tingkat pendekar.

“ICK sebagai produsen teknologi antisadap berkomitmen menggandeng beberapa universitas di Indonesia untuk melahirkan ahli kriptografi tersebut dari kampus. Unsoed salah satunya,” kata Agung.

Kerjasama untuk mengoptimasi kedaulatan siber Indonesia ini mencakup penelitian, magang, workshop, seminar, kuliah umum, kunjungan industri dan kegiatan lain yang bersifat mengedukasi publik. Calon-calon pendekar Ngapak itu kelihatan kagum ketika melihat produk-produk enkripsi di pabrik mesin sandi ICK. Seperti telepon dan radio komunikasi antisadap, digital signature, secure VPN dan lain-lain yang ternyata banyak dipakai di negeri orang.

Bangun Wijayanto, salah satu dosen pendamping mengaku gembira dengan langkah ICK untuk melahirkan pendekar kriptografi. Kerja sama itu jelas membawa sinergi yang saling melengkapi antara kampus dengan industri, khususnya di bidang kriptografi.

“Kami berharap ada relasi mutualistis antara keilmuan dan teori di kampus dengan implementasinya di dunia industri,” kata Bangun.

Bangun yakin mahasiswa Teknik Informatika Unsoed akan menjadi pendekar-pendekar kriptografi dalam pengamanan informasi.

Optimisme Bangun didukung Agung yang menyebutkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya membawa misi agar Indonesia dapat berdaulat di bidang keamanan informasi dan komunikasi.

“Diperkuat pendekar Ngapak, kami yakin ke depan tidak akan ada lagi penyadapan dan pencurian data oleh pihak asing,” kata Agung.

Sumber: www.m.liputan6.com