Yang Hilang Dari Negeriku

Written by admin. Posted in Berita

Pemandangan yang lazim disaksikan tempo dulu. Dikala anak-anak murid mau memasuki sekolah tempat menimba ilmu. Mereka melewati pintu depan yg sudah ditunggu oleh tuan guru. Semua berjalan menunduk sebagai bentuk hormat dan “ngajeni” kepada yang lebih tua.

Berjalan membungkuk bukan hanya sekedar tata cara penghormatan. Tapi juga sebuah simbol mau merendahkan diri kepada manusia lain yang dinilai lebih berat “isinya”. Bisa ilmunya, bisa usianya, atau bisa karena maqom (kedudukan) nya.

Namun sekarang itu nampaknya sudah mulai hilang dan mungkin hanya tinggal cerita yg bisa dikenang. Sekarang, pendekatan guru sebagai teman terkadang malah kebablasan. Tak ada lagi sikap sungkan. Tak ada lagi ewuh pekewuh kepada sang guru. Karena dianggap teman dan sekedar fasilitator pendidikan.

Ditempeleng, lapor komnas HAM. Kalau murid gagal, guru disalahkan. Saya masih ingat, bagaimana dulu, saya dan kawan-kawan sebaya berlomba menjemput guru kami saat memasuki pagar. Ada yg berebut membawakan sepedanya dan membawakan tasnya. Yang tak kebagian. Tetap bisa berebut untuk urusan salim mencium tangan.

Diperintah guru mengambil kapur adalah sebuah kebanggaan prestisius. Mengunjunginya saat sakit adalah aturan tak tertulis yg membuat para murid bergegas dan berinisiatif patungan lalu membuat rencana untuk mewujudkan.

Gambar tersebut berbicara lebih dari sekedar tata krama. Tapi juga sebuah kesiapan menerima. Dan ikrar tanpa kata. “Bahwa kami ingin diajari menjadi manusia”. Semoga kita kembali menjadi bangsa yang tahu tata krama pada yang tua, dan mengerti bahwa menjaga adab dan sopan santun bukanlah bagian dari keprimitifan.

Ditulis oleh: Andre Raditya

Wisuda Mahasiswa Periode Ke-125 Unsoed

Written by admin. Posted in Berita

Senin 22 Mei 2017 bertempat di Graha Widyatama menjadi saksi pengukuhan para wisudawan ke 125 yang telah dinyatakan tuntas dalam menempuh pendidikan di Unsoed. Gelar baru yakni sarjana telah layak disematkan bagi para wisudawan/wisudawati di belakang nama mereka. Pada hari yang bersejarah bagi para wisudawan ini adalah bentuk pengukuhan dan apresiasi kepada para wisudawan yang tidak hanya belajar, tetapi juga mengajarkan banyak hal kepada generasi penerusnya. “Yang perlu di ingat momen wisuda bukanlah sebatas huforia saja, melainkan lebih dari itu wisuda merupakan langkah awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya”. Tak dapat dipungkiri pada saat ini bercermin dari fakta di lapangan untuk di Indonesia tantangan yang harus juga dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat khususnya usia produktif, jika dilihat dari sisi usia dan latar belakang pendidikan, maka seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan. Sayangnya, sungguh ironis pengangguran terbuka di Indonesia, sebagian diantaranya adalah para sarjana, maka dari itu diharapkan para wisudawan dapat sebaik mungkin mengaplikasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan akademik dalam kehidupan dunia kerja yang nyata, tak kalah penting adalah adanya sikap kewirausahaan yang ada dari para wisudawan untuk menciptakan usaha-usaha baru agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja yang ada” pesan dari panitia wisuda. Jurusan Teknik Informatika pada wisuda periode Mei 2017 meluluskan sebanyak 22 wisudawan.

Berdasarkan filosofi wisuda, toga berwarna hitam mengandung makna simbolis bahwasanya misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan. Tidak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapatkan oleh mereka. Selain itu warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya. Topi toga juga berwarna hitam dan persegi, dimana sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang. Dan juga apa arti dari seremoni kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan? seremoni memindahkan kuncir tali toga yg semula berada di kiri menjadi ke kanan ternyata berarti yaitu waktu masa kuliah lebih banyak otak kiri yg digunakan semasa kuliah, diharapkan sesudah lulus, sarjana tak sebatas memakai otak kiri (hardskills) semata, tetapi pula dapat menggunakan otak kanan yang berhubungan dgn aspek kreativitas, imajinasi, serta inovasi, dan aspek softskills lainnya, terang Ipung Permadi, S.Si.,M.Cs selaku Sekretaris Jurusan Teknik Informatika Unsoed.

Wisuda Periode Maret 2017

Written by admin. Posted in Berita

Momen wisuda merupakan salah satu hal yang ditunggu bagi para mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus perkuliahan. Bertempat di Graha Widyatama menjadi saksi pengukuhan para wisudawan periode Maret 2017 yang telah menempuh pendidikan di Unsoed hingga tuntas. gelar sarjana telah layak disematkan bagi para wisudawan/wisudawati di belakang nama mereka. Pada hari yang bersejarah bagi para wisudawan ini adalah bentuk pengukuhan dan apresiasi kepada para wisudawan yang tidak hanya belajar, tetapi juga mengajarkan banyak hal kepada generasi penerusnya. “Yang perlu di ingat momen wisuda bukanlah sebatas pada meluapkan kegembiraan saja. lebih dari itu wisuda merupakan langkah awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya. Tak dapat dipungkiri pada saat ini bercermin dari fakta di lapangan untuk di Indonesia tantangan yang harus juga dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat khususnya usia produktif, jika dilihat dari sisi usia dan latar belakang pendidikan, maka seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan. Sayangnya, sungguh ironis pengangguran terbuka di Indonesia, sebagian diantaranya adalah para sarjana, maka dari itu diharapkan para wisudawan dapat sebaik mungkin mengaplikasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan akademik dalam kehidupan dunia kerja yang nyata, tak kalah penting adalah adanya sikap kewirausahaan yang ada dari para wisudawan untuk menciptakan usaha-usaha baru agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja yang ada” pesan dari panitia wisuda. Jurusan Teknik Informatika pada wisuda periode Maret 2017 meluluskan sebanyak 22 wisudawan, euforia kegembiraan nampak jelas dari raut muka para peserta wisuda maupun pendamping, seperti wisuda periode bulan Desember 2016 rata-rata IPK mahasiswa yang lulus kali ini bersekala 3 dengan predikat dengan pujian dan sangat memuaskan, hal ini diharpkan menjadi motifasi bagi mahasiswa lain yang belum lulus.

“momen wisuda merupakan langkah awal menuju dunia kerja sebenarnya, kita harus bisa membuktikan kalau kita bisa dan mampu mengikuti perkembangan jaman dengan bekal yang sudah dapat dari bangku kuliah, nama baik orang tua dan almamater harus tetap dijaga, selamat dan sukses kepada wisudawan Teknik Informatika”,  Maka itulah hakikat wisuda yang sebenarnya. Di balik wajah kebahagiaan para mahasiswa bertoga, sebenarnya kita masih memiliki tugas yang lebih besar dari pada sekedar tugas yang ada dikampus. selamat dan sukses kepada para mahasiswa yang telah diwisuda pada periode ini, kembangkan ilmu serta jadilah orang yang berguna bagi semuanya, tutup Nofiyati, S.Kom.,M.Kom selaku dosen Informatika saat ikut menyaksikan para wisudawan.